Hi.

Ya Allah tunjukkan dia sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Berikan kesehatan kepadanya sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah dia sebagaimana orang-orang yang telah Engkau peliharakan. Berilah keberkatan baginya pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan.
Dan selamatkan dia dari bahaya yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya, Engkaulah yang menghukum dan bukannya yang kena hukum. Dan sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi.
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Amien.

Banyak makan itu tidak baik

Sesungguhnya segala sesuata yang berlebihan
adalah tercela dan dilarang. Apalagi dalam masalah makanan dan minuman.
Allah swt berfirman:
( ﻭَﻛُﻠُﻮﺍ ﻭَﺍﺷْﺮَﺑُﻮﺍ ﻭَﻻ ﺗُﺴْﺮِﻓُﻮﺍ ﺇِﻧَّﻪُ ﻻ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻤُﺴْﺮِﻓِﻴﻦَ ‏) ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻷﻋﺮﺍﻑ : 31
“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
ﻣَﺎ ﻣَﻸَ ﺁﺩَﻣِﻲٌّ ﻭِﻋَﺎﺀً ﺷَﺮًّﺍ ﻣِﻦْ ﺑَﻄْﻦٍ ، ﺑِﺤَﺴْﺐِ ﺍﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻟُﻘَﻴْﻤَﺎﺕ ﻳُﻘِﻤْﻦَ ﺻُﻠْﺒَﻪُ ، ﻓَﺈِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﻻ ﻣَﺤَﺎﻟَﺔَ ، ﻓَﺜُﻠُﺚٌ ﻟِﻄَﻌَﺎﻣِﻪِ ، ﻭَﺛُﻠُﺚٌ ﻟِﺸَﺮَﺍﺑِﻪِ ، ﻭَﺛُﻠُﺚٌ ﻟِﻨَﻔَﺴِﻪِ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ، ﺭﻗﻢ ،2380 ﻭﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ، ﺭﻗﻢ ،3349 ﻭﺻﺤﺤﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ، ﺭﻗﻢ 1939 )
“Tidak ada wadah yang dipenuhi anak Adam yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah anak Adam mengkonsumsi beberapa suap makanan untuk menguatkan tulang rusuknya. Kalau memang tidak ada jalan lain (memakan lebih banyak), maka berikan sepertiga untuk (tempat) makanan, sepertiga untuk (tempat) minuman dan sepertiga untuk (tempat) nafasnya.” (HR. Tirmizi, no. 2380, Ibnu Majah, no. 3349, dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab shahih Tirmizi, no. 1939)

“Karena orang yang banyak makannya, maka akan banyak minumnya. Orang yang banyak minumnya, maka ia akan banyak tidurnya. Orang yang banyak tidurnya, maka akan banyak dagingnya. Orang banyak dagingnya, maka akan keras hatinya. Orang yang keras hatinya, maka akan tenggelam dalam lumpur dosa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﺃَﻻَ ﻭَﺇِﻥَّ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِ ﻣُﻀْﻐَﺔً ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَﺤَﺖْ ﺻَﻠَﺢَ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪُ ﻛُﻠُّﻪُ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻓَﺴَﺪَﺕْ ﻓَﺴَﺪَ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪُ ﻛُﻠُّﻪُ ﺃَﻻَ ﻭَﻫِﻲَ ﺍﻟْﻘَﻠْﺐُ
“Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka seluruh tubuh juga baik. Jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati”. (HR Muslim,)

“Sesungguhnya orang yang berakal tidak lepas dari dua hal; sibuk memikirkan urusan akhiratnya atau urusan dunianya, sedangkan kegemukan tidak terjadi jika banyak pikiran. Jika seseorang tidak memikirkan akhiratnya atau dunianya berarti dia sama saja dengan hewan, maka jadilah gemuk. (Hilyah al-Auliya, 9/146).

Dalam sahih Bukhari dan Muslim (261H), dari
‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu ; Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
« ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﻗَﺮْﻧِﻲ ، ﺛُﻢَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻠُﻮﻧَﻬُﻢْ ، ﺛُﻢَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻠُﻮﻧَﻬُﻢْ ، ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺪَﻛُﻢْ ﻗَﻮْﻣًﺎ ﻳَﺨُﻮﻧُﻮﻥَ ﻭَﻻَ ﻳُﺆْﺗَﻤَﻨُﻮﻥَ ، ﻭَﻳَﺸْﻬَﺪُﻭﻥَ ﻭَﻻَ ﻳُﺴْﺘَﺸْﻬَﺪُﻭﻥَ ، ﻭَﻳَﻨْﺬِﺭُﻭﻥَ ﻭَﻻَ ﻳَﻔُﻮﻥَ ، ﻭَﻳَﻈْﻬَﺮُ ﻓِﻴﻬِﻢُ ﺍﻟﺴِّﻤَﻦُ »
“Yang paling baik dari kalian adalah orang yang hidup di masaku, kemudian masa setelahnya, kemudian seetelahnya. Sesungguhnya pada masa yang akan datang ada kaum yang suka berkhianat dan tidak bisa dipercaya, mereka bersaksi sebelum diminta kesaksiaannya, bernazar tapi tidak melaksanakannya, dan nampak pada mereka ke-gemukan”.
Dalam riwayat sahih Muslim dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu ; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« ﺛُﻢَّ ﻳَﺨْﻠُﻒُ ﻗَﻮْﻡٌ ﻳُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻧَﺔَ ، ﻳَﺸْﻬَﺪُﻭﻥَ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳُﺴْﺘَﺸْﻬَﺪُﻭﺍ »
“Kemudian datang kaum yang suka menggemukkan badan, mereka bersaksi sebelum diminta bersaksi.”
Imam Qurthubi (671H) rahimahullah berkata: Hadits ini adalah celaan bagi orang gemuk, karena gemuk yang disengaja disebabkan karena banyak makan, minum, santai, foya-foya, selalu tenang, dan terlalu mengikuti hawa nafsu. Ia adalah hamba bagi dirinya sendiri dan bukan hamba bagi Tuhannya, orang yang hidupnya seperti ini pasti akan terjerumus kepada yang haram, dan semua daging yang tumbuh di badannya dari yang haram maka neraka adalah tempat yang tepat yang layak baginya. Allah –subhanahu wa ta’aalaa – telah mencela orang kafir karena banyak makan, dalam firman-Nya:
{ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻳَﺘَﻤَﺘَّﻌُﻮﻥَ ﻭَﻳَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺄْﻛُﻞُ ﺍﻟْﺄَﻧْﻌَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟﻨَّﺎﺭُ ﻣَﺜْﻮًﻯ ﻟَﻬُﻢْ { ‏[ ﻣﺤﻤﺪ : 12 ]
“Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka” . [Muhammad:12]
Maka jika seorang mukmin meniru mereka dan menikmati kenikmatan dunia setiap saat, lantas dimana hakikat keimanan dan pelaksanaan Islam pada dirinya? Barangsiapa yang banyak makan dan minum, maka ia akan semakin rakus dan tamak, bertambah malas dan banyak tidur di malam hari. Siang harinya dipakai untuk makan dan minum, sedangkan malamnya hanya untuk tidur. [Jami’ li Ahkam Al-Qur’an 13/394]